berita.akasta.ac.id – Dalam perkembangan terbaru di dunia keuangan, perusahaan Coinbase telah meluncurkan agen berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna untuk melakukan perdagangan secara otomatis. Inovasi ini muncul setelah platform perdagangan Robinhood memperkenalkan fitur serupa. Pengguna kini dapat mengintegrasikan agen ini dengan akun utama mereka untuk melakukan transaksi, atau memilih untuk menjalankannya dalam mode terpisah jika tidak ingin memberikan akses penuh.
Coinbase menyatakan bahwa agen tersebut memiliki kemampuan untuk menggunakan alat seperti Coinbase Advanced, yang dirancang bagi trader profesional dengan fitur tambahan seperti grafik TradingView untuk menganalisis dan mengeksekusi perdagangan. Pengguna dapat meminta agen untuk menyeimbangkan portofolio mereka, melakukan perdagangan sesuai dengan thesis investasi, atau memberikan saran untuk perdagangan kripto tertentu.
Saat ini, agen tersebut dapat beroperasi di pasar kripto, dengan rencana dukungan untuk ekuitas dan pasar prediksi di masa mendatang. Coinbase juga berencana untuk menambahkan pengaturan kustom, termasuk batas maksimum pada ukuran perdagangan dan layanan yang dapat diakses oleh agen.
Inovasi ini memanfaatkan protokol pembayaran terbuka x402, yang diluncurkan bersama AWS dan beberapa perusahaan lainnya. Dengan protokol ini, agen dapat membayar untuk data penelitian premium dan komputasi sesuai permintaan tanpa memerlukan akun atau langganan. Coinbase telah berinvestasi secara aktif dalam alat AI dalam beberapa tahun terakhir, termasuk peluncuran AgentKit yang memungkinkan pengembang untuk mengintegrasikan dompet otomatis.
Kepala Produk AI Coinbase, Lincoln Murr, mengungkapkan bahwa tujuan utama inisiatif ini adalah untuk menciptakan agen yang mampu bertransaksi, sambil memberikan akses ke protokol pembayaran yang terintegrasi. Perkembangan ini menarik perhatian regulator keuangan global, yang menyerukan perlunya pengawasan lebih ketat untuk memitigasi risiko terkait AI dalam sektor keuangan.