berita.akasta.ac.id – Expedia merespons era kecerdasan buatan (AI) dengan menguji berbagai cara untuk menjangkau pelancong serta menerapkan teknologi tersebut di dalam bisnisnya. Dalam laporan tahunan 10-K yang baru saja diajukan, perusahaan asal Seattle ini mencantumkan “AI generatif dan agentik” sebagai salah satu ancaman kompetitif. Mereka memperingatkan bahwa teknologi ini dapat memperketat persaingan dan mengalihkan perhatian pelancong ke platform berbasis AI baru di mana Expedia mungkin tidak memiliki kehadiran yang signifikan.
Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan yang lebih tajam dibandingkan dengan tahun lalu. Expedia juga secara eksplisit menyebutkan “perusahaan yang menawarkan agen AI” sebagai kategori pesaing. Perubahan bahasa ini mencerminkan potensi pergeseran dalam cara konsumen mencari informasi dan memesan perjalanan, di mana semakin banyak pelancong yang beralih menggunakan asisten AI untuk riset dan pemesanan otomatis.
Pada panggilan pendapatan kuartal keempat minggu lalu, CEO Ariane Gorin menyatakan bahwa perusahaan tengah bekerja dengan semua platform besar untuk memastikan merek mereka tampil menonjol dalam pencarian berbasis AI. Gorin menjelaskan bahwa meskipun volume yang dihasilkan oleh AI masih kecil, setiap integrasi menyediakan data dan wawasan tentang perilaku pelancong yang terus berkembang.
Selain itu, Expedia juga sedang mengembangkan kemampuan AI secara langsung dalam produk mereka. Perusahaan memperkenalkan alat percakapan dan fitur bahasa alami, termasuk agen AI di Hotels.com. Gorin berencana untuk membagikan lebih banyak informasi mengenai penggunaan bahasa alami dan AI untuk merencanakan serta memesan perjalanan.
Di sisi operasi internal, Gorin mengungkapkan bahwa alat AI telah memberikan “manfaat nyata” dengan mempercepat pengembangan fitur dan penyelesaian masalah layanan pelanggan. Namun, dalam laporan tahunan, Expedia juga menyampaikan kekhawatiran baru mengenai risiko penipuan yang mungkin meningkat akibat “kemampuan pemesanan agentik yang kurang kontrol persetujuan yang kuat.”
Meskipun demikian, Expedia yakin bahwa hubungan langsung dengan pelancong akan tetap menjadi keunggulan kompetitif. Dua pertiga pemesanan sudah berasal dari pelancong yang memulai langsung dengan merek Expedia, dan pemesanan langsung tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan saluran tidak langsung. Pada akhir tahun lalu, jumlah karyawan Expedia mengalami penurunan 3% menjadi 16.000 orang, dengan sekitar setengahnya di posisi terkait teknologi.