berita.akasta.ac.id – Midjourney, perusahaan yang dikenal karena teknologi pembangkit gambar AI, baru saja meluncurkan produk perangkat keras pertamanya, yaitu Midjourney Scanner. Alat ini merupakan pemindai tubuh penuh berbasis ultrasound yang dirancang untuk menganalisis komposisi otot, lemak, tulang, dan organ dalam tubuh manusia. CEO Midjourney, David Holz, mengungkapkan bahwa pemindai ini diharapkan dapat memberikan kualitas gambar yang setara dengan MRI dan dapat digunakan secara rutin, baik setahun sekali maupun setiap hari.
Holz menjelaskan, tujuan pemindai ini adalah untuk memberikan wawasan tentang perubahan dalam tubuh akibat diet dan program olahraga. Dengan inovasi ini, Midjourney berharap dapat memperkenalkan konsep pemandian spa futuristik di San Francisco, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman pemindaian yang aman, cepat, dan berkualitas tinggi kepada pengguna. Pemindai ini diperkenalkan melalui kerja sama dengan Butterfly Network, yang menyediakan teknologi ultrasound.
Proses pemindaian dimulai dengan pengguna yang berdiri di atas platform dan turun ke dalam genangan air, melewati deretan transduser yang menghasilkan gelombang ultrasonik. Pemindaian ini berlangsung selama sekitar 60 detik dan sudah diujicobakan kepada beberapa orang. Holz juga menyebutkan bahwa mereka berencana untuk menempatkan sepuluh alat pemindai di lokasi spa Midjourney di Union Square, San Francisco, yang ditargetkan buka sebelum akhir 2027.
Meski aplikasi medis membutuhkan izin dari FDA, Midjourney saat ini berfokus pada peta komposisi tubuh yang tidak memerlukan izin sama sekali. Perusahaan ini berkomitmen untuk menjaga privasi data pengguna dan memastikan transparansi kebijakan data saat mendekati peluncuran produk. Holz berharap pemindaian ini bisa menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan MRI tanpa efek samping yang berpotensi berbahaya.