berita.akasta.ac.id – OpenAI baru saja meluncurkan fitur terbaru yang diberi nama Lockdown Mode, yang dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap serangan injeksi prompt. Serangan ini terjadi ketika instruksi berbahaya disembunyikan dalam halaman web atau sumber konten lain. Fitur ini menjadi solusi bagi individu dan organisasi yang menangani data sensitif dan membutuhkan perlindungan lebih ketat terhadap risiko kebocoran data.
Lockdown Mode akan menonaktifkan beberapa fungsi, seperti penelusuran web secara langsung, pengambilan dan tampilan gambar dari internet, penelitian mendalam, serta mode agen. Meskipun demikian, pengguna masih dapat menghasilkan gambar. OpenAI menjelaskan bahwa meskipun Lockdown Mode diaktifkan, ChatGPT tetap berpotensi rentan terhadap injeksi prompt. Serangan ini dapat muncul dalam konten web yang sudah dicache atau berkas yang diunggah, yang bisa memengaruhi akurasi atau perilaku respons.
Walaupun tujuan Lockdown Mode adalah untuk mengurangi kemungkinan data sensitif terbagi, OpenAI menegaskan bahwa fitur ini tidak ditujukan untuk semua pengguna. Fitur ini khusus dirancang bagi mereka yang membutuhkan perlindungan ekstra dalam pengelolaan data sensitif. Saat ini, OpenAI tengah meluncurkan Lockdown Mode kepada akun bisnis ChatGPT yang menggunakan sistem mandiri, serta beberapa akun pribadi yang memenuhi syarat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan aplikasi serta memberikan rasa aman bagi penggunanya dalam berinteraksi dengan teknologi AI.