Sony Berupaya Menjelaskan Mengapa Asisten Kamera AI Mereka Baik

berita.akasta.ac.id – Sony telah menarik perhatian publik setelah memposting demo fitur AI Camera Assistant pada perangkat Xperia 1 XIII. Perusahaan ini berusaha menjelaskan cara kerja fitur tersebut, menyatakan bahwa AI Camera Assistant tidak melakukan pengeditan foto, melainkan memberikan saran berdasarkan pencahayaan, kedalaman, dan subjek yang diambil. Ketika kamera diarahkan pada objek, fitur ini menawarkan empat opsi untuk mengubah eksposur, warna, dan blur latar belakang.

Dalam video produk yang dirilis, Sony menjelaskan bahwa AI Camera Assistant juga dapat menyarankan “sudut pengambilan foto yang paling fotogenik.” Namun, dalam cuplikan tersebut, fitur ini hanya menunjukkan saran untuk melakukan zoom in yang tidak sama dengan menyarankan sudut kamera.

Walaupun contoh gambar yang diposting di media sosial menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan foto sebelumnya, kualitas gambar tersebut masih menuai kritik. Meskipun lebih baik daripada gambar-gambar yang diunggah sebelumnya, hasilnya masih dianggap kurang memuaskan. Beberapa foto menunjukkan masalah serius, seperti saturasi yang berlebihan, tampak datar, dan kontras yang terlalu tinggi. Salah satu contoh, gambar sandwich, masih tampak terlalu terang dan kurang alami.

Berdasarkan pengamatan ini, pengguna Xperia 1 XIII disarankan untuk mempertimbangkan untuk mengabaikan saran dari AI Camera Assistant untuk saat ini. Keberadaan fitur ini menimbulkan perdebatan tentang efektivitas teknologi AI dalam dunia fotografi, terutama terkait dengan hasil yang dihasilkan dan kepuasan pengguna.