berita.akasta.ac.id – Gelombang pergantian karyawan dari Allen Institute for AI menuju Microsoft semakin besar, dengan sedikitnya 10 mantan staf Ai2 yang telah bergabung dengan raksasa teknologi tersebut. Di antara mereka adalah pimpinan kunci dari proyek model open-source OLMo institut yang berbasis di Seattle.
Beberapa nama terkenal yang telah berpindah ke Microsoft mencakup mantan CEO Ai2, Ali Farhadi, mantan COO Sophie Lebrecht, serta pemimpin riset Hanna Hajishirzi dan Ranjay Krishna. Selain mereka, mantan peneliti Ai2 yang bergabung yaitu Luca Soldaini, Kyle Lo, Dirk Groeneveld, Pete Walsh, Matt Jordan, dan Jake Poznanski. Mereka kini menjadi bagian dari tim Superintelligence di bawah pimpinan CEO AI Microsoft, Mustafa Suleyman, yang memfokuskan pengembangan sistem AI lanjutan dalam berbagai bidang seperti kesehatan dan energi.
Microsoft berupaya mengurangi ketergantungan pada OpenAI untuk model AI miliknya sendiri. Rekrutmen tim Ai2 ini membawa keahlian mendalam dalam pengembangan model yang sepenuhnya terbuka. Pihak Ai2 mengkonfirmasi bahwa para peneliti yang bersangkutan kini tidak lagi bekerja di institut tersebut, namun misi mereka tetap tidak berubah.
Meskipun ada beberapa pergantian karyawan, Ai2 tetap berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem AI terbuka dan menjunjung tinggi riset untuk kebaikan, terutama di bidang kesehatan dan lingkungan. Sebagai bukti keberlanjutan fokus mereka, Ai2 baru-baru ini meluncurkan kluster komputasi baru sebagai bagian dari inisiatif bernilai $152 juta.
Perubahan dinamika pendanaan serta tantangan biaya dalam riset model skala besar menjadi alasan utama di balik perpindahan ini, di mana dukungan utama Ai2 kini berasal dari Dana Sains dan Teknologi. Misi Ai2 yang didirikan oleh Paul Allen pada 2014 untuk kemajuan riset AI demi kebaikan bersama, tetap menjadi landasan utama meski pimpinan baru sedang dicari.