berita.akasta.ac.id – Adobe baru saja mengumumkan penambahan fitur baru bertenaga AI pada aplikasi kamera eksperimental mereka yang bernama Project Indigo. Aplikasi ini diluncurkan tahun lalu dan sebelumnya telah menawarkan kontrol profesional serta modifikasi super resolusi multi-frame. Kini, aplikasi tersebut akan menggunakan model bahasa besar (LLMs) untuk memberikan kritik pada foto dan saran pengeditan.
Fitur baru ini juga mencakup penghapusan objek canggih, generasi kedalaman lapangan, dan kemampuan untuk menambahkan berbagai gaya pada foto. Marc Levoy, kepala proyek ini, menjelaskan bahwa sebagian besar alat AI generatif bergantung pada pengeditan berbasis permintaan, yang kadang sulit untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, fitur baru dalam Project Indigo dirancang sebagai tombol yang menghasilkan output yang lebih dapat diprediksi.
Contoh fitur yang ditawarkan adalah kritik foto yang memberikan opini mengenai pemotretan, pencahayaan, warna, dan dampak emosional. Selain itu, fitur saran pengambilan dan pengeditan memberikan tips tentang cara memperbaiki foto dengan mengubah komposisi, eksposur, dan objek dalam bingkai.
Dengan kemampuan baru ini, pengguna dapat menghapus objek tertentu dari foto, seperti orang-orang atau benda pengganggu lainnya, menggunakan deskripsi kasar. Dengan hasil yang cukup memuaskan, aplikasi mampu memperbaiki foto tanpa meninggalkan artefak yang aneh.
Fitur-fitur ini, yang masih dalam tahap pengujian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna tentang nuansa dalam fotografi. Meskipun tersedia untuk sekelompok pengguna terbatas, inovasi ini menunjukkan upaya Adobe untuk mengedukasi pengguna sekaligus memberikan alat pengeditan yang lebih intuitif.