berita.akasta.ac.id – Microsoft baru-baru ini mengumumkan hasil keuangan yang melampaui ekspektasi Wall Street untuk kuartal ketiga tahun fiskal 2026. Pendapatan perusahaan diperkirakan mencapai sekitar $81,4 miliar, meningkat 16% dibandingkan tahun lalu, dengan laba per saham diprediksi mencapai $4,06, naik 17%. Kinerja ini mengikuti hasil yang kuat sebelumnya, di mana pendapatan tumbuh 17% dan laba naik 24%.
Namun, meskipun pencapaian tersebut, saham Microsoft mengalami penurunan tajam sebesar 10% setelah laporan sebelumnya, mengakibatkan kerugian nilai pasar sebesar $357 miliar. Hal ini diakibatkan oleh lonjakan belanja modal yang mencapai $37,5 miliar, serta ketergantungan yang signifikan terhadap kemitraan dengan OpenAI.
Pada laporan mendatang, perusahaan akan menjelaskan pertumbuhan layanan Azure yang diperkirakan meningkat 37% hingga 38%, sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Sekalipun demikian, CFO Amy Hood menekankan bahwa pertumbuhan Azure berkaitan erat dengan seberapa efektif perusahaan mengalokasikan sumber daya, termasuk model produk seperti Copilot.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi, Microsoft telah memangkas biaya dan memperkenalkan program pensiun sukarela untuk karyawan yang memenuhi syarat, serta merampingkan struktur manajemen. Belanja modal perusahaan diproyeksikan melebihi $100 miliar, sebagian besar dikhususkan untuk infrastruktur AI.
Menghadapi hasil laporan keuangan ini, pasar akan mengamati signifikansi pertumbuhan segmen cloud serta dampaknya terhadap kinerja keseluruhan Microsoft dibandingkan dengan pesaingnya seperti Amazon dan Google. Berita selanjutnya direncanakan untuk dirilis setelah penutupan pasar, di mana perkembangan ini akan sangat penting bagi investor dan pengamat.