berita.akasta.ac.id – Microsoft telah meluncurkan sistem baru berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama MDASH yang mampu menemukan kerentanan perangkat lunak secara efisien, mengungguli pesaingnya, Mythos dari Anthropic, dalam sebuah benchmark keamanan siber terkemuka. MDASH, yang memanfaatkan lebih dari 100 agen AI khusus, berhasil mencatat skor 88,4% dalam uji CyberGym, melebihi skor Mythos yang berada di posisi kedua dengan 83,1%.
Peluncuran MDASH diungkapkan bersamaan dengan pengumuman bahwa sistem ini menemukan 16 kerentanan baru pada berbagai versi Windows, termasuk empat kerentanan kritis yang ditangani dalam rilis keamanan bulan ini. Microsoft berharap bahwa pendekatan multi-model ini dapat mengidentifikasi kerentanan dengan lebih cepat dibandingkan dengan model tunggal yang digunakan oleh Mythos dan model lain seperti GPT-5.5.
Sistem ini bekerja dengan menjalankan agen-agen AI yang berbeda melalui proses yang terstruktur. Pertama, agen-agen melakukan pemindaian terhadap kode untuk menemukan potensi kerentanan. Selanjutnya, agen yang berbeda akan mempertimbangkan keabsahan setiap temuan, sebelum akhirnya serangkaian serangan prototipe dibuat untuk mengkonfirmasi adanya bug.
Meskipun demikian, hasil tersebut memunculkan kekhawatiran terkait penggunaan teknologi AI dalam potensi peretasan. Microsoft menyatakan bahwa MDASH saat ini digunakan oleh tim teknik keamanannya dan akan segera memasuki tahap pra-rilis terbatas dengan beberapa pelanggan.
Dalam konteks ke depan, Microsoft memperingatkan pelanggan untuk bersiap menghadapi rilis keamanan yang lebih besar dan lebih sering, seiring dengan percepatan penemuan kerentanan berkat teknologi AI ini. Hasil uji CyberGym yang bersifat self-reported mencerminkan potensi dan tantangan dalam mengimplementasikan AI dalam domain keamanan siber.