berita.akasta.ac.id – Microsoft sedang mengembangkan sebuah teknologi bernama OpenClaw yang berfungsi sebagai asisten virtual dan platform pengelolaan agen proaktif. Proyek ini dipimpin oleh Wakil Presiden Korporat Omar Shahine, yang bekerja dalam sebuah tim kecil di dalam perusahaan. Sejak diluncurkan, prototipe agen pertama mereka telah menarik perhatian lebih dari 3.000 pengguna harian dalam lingkungan desktop “ClawPilot”, yang merupakan bagian dari “Proyek Lobster”.
Sebagai latar belakang, CEO Microsoft, Satya Nadella, sebelumnya meragukan keamanan OpenClaw dengan menyebutnya sebagai “risiko keamanan yang serupa dengan virus”. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa teknologi ini telah mendapatkan banyak perhatian dari berbagai perusahaan, termasuk OpenAI dan NVIDIA, yang juga tertarik untuk mengintegrasikannya.
Visi tim Shahine adalah menciptakan agen yang selalu aktif, seperti Chief of Staff dan Executive Assistant, yang dapat bekerja tanpa henti dalam ekosistem Microsoft 365. Ini bertujuan untuk memantau aktivitas pengguna, menyiapkan jadwal, dan menyelesaikan tugas secara otomatis, seperti mengatur email dan jadwal pertemuan.
Meskipun OpenClaw menawarkan potensi besar dalam pengelolaan waktu, tim Shahine menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa teknologi ini aman digunakan di lingkungan perusahaan. Shahine mengakui bahwa penting untuk memperkuat keamanan dan memastikan agen ini memiliki identitas Microsoft 365 sendiri, termasuk email dan kehadiran di aplikasi Teams.
Microsoft juga telah meluncurkan Copilot Tasks, yang membantu pengguna dalam menangani email dan perjalanan, tetapi belum mampu memberikan dukungan 24/7. Tim Shahine, yang dikenal sebagai Ocean 11, sedang mengembangkan infrastruktur agar Lobster bisa berfungsi secara optimal.
Ke depan, tim tersebut sedang mempersiapkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana Windows bisa menjadi lingkungan yang efektif untuk sistem agen seperti OpenClaw, dengan harapan dapat mempermudah manajemen tugas sehari-hari pengguna.